2.1. Peranan Keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang utama dan
pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan
pendidikan dan bimbingan. Jika dikatakan lingkungan yang utama karena
sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga, sehingga
pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak yaitudi dalam keluarga.
Di dalam keluarga seorang anak mendapatkan pendidikan yang tiada tara
nilainya. Pendidikan yang berorientasi kasih sayanglah yang diberikan
oleh orang tua kepada anaknya. Di dalam keluarga anak diarahkan untuk
mencapai kedewasaan, baik kedewasaan yang bersifat (fisik) maupun
kedewasaan yang bersifat rohani (mental). Karena itu keluargalah sebagai
fondasi dari pendidikan akhlak yang akan diterima oleh anak.
Peranan keluarga, baik ibu mamupun ayah sangatlah penting dalam sdetiap
pendidikan yang akan dialami atau dijalani oleh anak di masa-masa
berikutnya. Karena itu dibawah ini akan dipaparkan peranan orang tua
atau ayah dan ibu dalam memegang peranan di dalam pendidikan anak.
2.1.1. Peranan Ibu
Pada kebanyakan keluarga, ibulah yang memegang oeranan yang terpenting
terhadap anak-anaknya. Sejak anak dilahirkan, ibulah yang selalu
disampingnya. Ibulah yang memberi makan dan minum, memelihara, dan
selalu bercampur gaul dengan anak-anaknya. Itulah sebabnya klebanyakan
anak lebih cinta kepada ibunya daripada kepada anggota keluarga lainnya.
Pendidikan seorang ibu terhadap anaknya merupakan pendidikan dasar yang
tidak dapat diabaikan sama sekali. Maka dari itu, seorang ibu hendaklah
seorang yang bijaksana dan pandai mendidik anak-anaknya. Sebagian orang
mengatakan kaum ibu adalah pendidik bangsa.
Dengan demikian nyatalah bahwa tugasseorang ibu sangatlah berat. Karena
baik buruknya seorang anak itu sangat bergantung pada pendidikan dasar
yang ua terima dari ibunya. Semua tingkah laku meupun ucapan akan
senantiasa ditiru oleh seorang anak sehingga hal ini berpengaruh besar
terhadap perkembangan dan watak anak di kemudian hari. Karena itu
seorang hendaklah berhati-hati dalam mendidik anaknya, menuruti semua
yang anak inginkan atau minta tidaklah berdampak baik bagi mental sang
anak begitupun juga apabila seorang terlalu mengekang keinginan naknya.
Pendidikan yang baik yang seharusnya diberikan oleh seorang ibu yaitu
pendidikan yang didasarkan atas cinta dan bijaksana.
Sesuai dengan fungsi serta tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga,
dapat disimpulkan bahwa peranan ibu dalam pendidikan anak-anaknya adalah
sebagai berikut:
Sumber dan pemberi kasih sayang
Pengasih dan pemelihara
Tempat mencurahkan hati
Pengatur kehidupan dalam keluarga
Pembimbing hubungan pribadi
Pendidik dalam segi-segi emosional
2.1.2. Peranan Ayah
Disamping ibu, ayah pun memegang peranan yang sangat penting pula.
Pengaruh kehidupan yang akan diterima anak dimana anak akan merasa bahwa
dialah yang paling tinggi gengsinya dan paling pintar. Cara mendidik
seperti itu yang sering tercantum dari seorang ayah. Sosok ayah akan
memberikan pendidikan yang lebih mengarah pada pokok-pokok kepemimpinan,
karena memang seorang ayah merupakan seorang imam (pemimpin) sehingga
anak akan senantiasa meminta pertolongan seeta perlindungan kepada
ayahnya. Sifat kepemimpinan yang kemudian mengarahkan anak untuk
bersikap berani dalam tindakan-tindakannya.
Namun kondisi di atas sering kali tidak dapat terwujud di beberapa
kelurga karena masih dapat kita lihat kesalahan-kesalahan pendidikan
yang disebabkan oleh tindakan sang ayah. Ketika seorang ayah sibuk
mencari nafkah (bekerja) untuk keluarganya , yang kemudian ia harus
mengorbankan waktu untuk berkumpul dengan anak. Karena hal ini dapat
berakibat kurangnya landasan pendidikan yang ia terima dari seorang
ayah, dimana landasan pendidikan tersebut (seperti: sikap pemberani,
pelindung, dll) sangat dibutuhkan anak untuk menempuh kehidupannya di
masa yang akan datang.
Tanpa bermakksud untuk mendiskriminasi tugas dan tanggung jawab ayah dan
ibu di dalam keluarga, berdasarkan fungsi dan tugasnya sebagai ayah,
maka dapat disimpulkan bahwa peranan ayah dalam pendidikan anak-anaknya
yang lebih dominan adalah sebagai berikut:
Sumber kekuasaan di dalam keluarga.
Penghubung intern keluarga dengan masyarakat atau dunia luar.
Pemberi perasaan aman bagi seluruh anggota keluarga.
Pelindung terhadap ancaman dari luar.
Hakim atau yang mengadili jika terjadi perselisihan.
Pendidik dalam segi-segi rasional.
Dengan demikian jelaslah betapa besar peranan serta tanggung jawab orang
tua terhadap anak-anaknya. Keluargalah sebagai wadah pendidikan yang
sangat mendasar bagi anak-anaknya. Dari pendidikan keluargalah anak
dapat mengenal sikap-sikap yang tertuju pada sikap untuk berbakti dan
mengabdi kepada Tuhan.
Ada beberapa hal yang harus diketahui oleh setiap orang tua mengenai
dasar-dasar tanggung jawab dirinya terhadap pendidikan anaknya. Hal
tersebut meliputi:
1. Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak.
2. Pemberian motivasi merupakan kewajban moral sebagao konsekuensi nilai-nilai spiritual.
3. Tanggung jawab sosial adalah sebagian dari keluarga yang pada
gilirannya akan menjadi tanggung jawab masyarakat, bangsa , dan negara.
4. Memelihara dn membesarkan anaknya.
5. Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan
keterampilan yang berguna bagi kehidupan anak tersebut di dalam
kehidupannya bila ia telah dewasa, sehingga ia mampu untuk hidup
mandiri.
2.1.3. Peranan Kakek dan Nenek
Selain pendidikan yang diberikan kepada anaknya, banyak pula anak-anak
yang menerima pendidikan dari kakek ataupun neneknya. Pada umumnya kakek
maupun nenek merupakan sumber kasih sayang, karena itu kakek-nenek
lebih mengedepankan pendidikan yang bersifat kasih sayang dan terkadang
curahan kasih sayang yang diberikannya terlalu berlebihan namun hal
tersebut menurutnya sesuatu yang wajar.
Dengan adanya keikutsertaan kakek-nenek di dalam pendidikan anak,
apalagi jika kakek-nenek tersebut terdapat dalam saatu keluarga yang
diam serumah dengan anak dan cucunya, hal ini seringkali terjadi
pertengkaran antar orang tua dengan kakek-nenek anak tersebut mengenai
cara mendidik anak.
Dari pengalaman, orang dspat mengetahui bahwa untuk kepentingan
pendidikan anak-anaknya serimng lebih baik jika keluarga itu tinggal
terpisah dari nenek. Kunjungan nenek yang sewaktu-waktu dan bermalam
sekali-kali di rumah orang tua anak telah cukup untuk menyenangkan hati
anak.
2.1.4. Peranan Pembantu Rumah Tangga (Pramuwisma)
Bagi beberapa keluarga, terutama keluarga yang berkecukupan secara
ekonomi sering memiliki seorang bahkan lebih pembantu rumah tangga taua
pramuwisma. Tentu tugas pramuwisma disamping mengerjakan pekerjaan rumah
(seperti: memasak, mengepel, menyetrika pakaian, dll) ia juga harus
mengasuh anak majikannya itu. Namun ada juga beberapa keluarga yang
mengkhususkan pembantu rumah tangganya itu untuk mengasuh anaknya saja,
yang kita kenla sebagai babysitter karena kedua orang tuan anak tersebut
sibuk bekerja sehingga waktu berkumpul dengan anaknya sangatlah
sedikit.
Secara tidak langsung seorang pramuwisma ambil bagian dalam terciptanya
pendidikan anak di dalam keluarga. Hal ini tentu akan mempengaruihi
pandangan anak tersebut di kehidupannya di masa yang akan datang.
Pendidikan yang diberikan opleh seorang pramuwisma tentu tidaklah sama
dengan pendidikan yang diberikan oleh orang tuanya secara langsung, hal
ini tentu akan berdampak pada mental anak yang akan berlainan dengan
mental orang tuanya.
Pada umumnya pramuwisma (yang bukan babysitter) tidak memiliki
pengetahuan ataupun pengalaman yang cukup dalam hal mengasuh atau
mendidik anak-anak, apalagi pramuwisma yang masih masih muda atau belum
pernah berkeluarga. Oleh karena itu, bagi para orang tua, betapapun
sibuk dan sempitnya waktu terulang, tidak baik jika menyerahkan
sepenuhnya pendidikan anak-anaknya kepada pramuwisma.
2.2. Peranan Masyarakat dalam Pendidikan
Masyarakat memegang peranan penting di dalam pendidikan. Melihat
banyaknya lapisan di dalam masyarakat jika ditinjau dari sisi sosial
maupun pendidikan maka kami golongkan beberapa kategori masyarakat yang
berperan di dalam dunia pendidikan. Kami klasifikasikan ke dalam enam
kategori, yaitu:
2.2.1. Para buruh dan petani
Buruh dan petan merupakan golongan terbesar di dalam masyarakat pada
umumnya, terutama di dalam masyarakat pedesaan. Para buruh dan petani,
mereka berciri khas dengan rata-rata pendidikan rendeah bahkan ada juga
yang tidak mengenal pendidikan formal sama sekali. Peranan golongan
buruh dan petani ini di dalam dunia pendidikan, yaitu: (1) mengajarkan
berbagai keterampilan dalam hal bertani, (2) mendidik generasi muda
(konteks pendidikan) agar bisa memenuhi kewajiban sebagai warga negara
yang baik, (3) mendidik agar mengetahui bagaimana memanfaatkan waktu
senggang secara efektif.
2.2.2. Para remaja putus sekolah
Ternyata golongan remaja yang menganggur karena tidak mendapatkan
pendidikan yang berorientasi pada pengembangan skill, dapat berperan
juga di dalam dunia pendidikan. Ciri khas yang disumbangsihkan oleh
golongan ini terhadap dunia pendidikan, yaitu: (1) memberikan pengaruh
yang fositif dan negatif dalam pendidikan anak, dan (2) dapat
mengarahkan kepada hal yang baik pada generasi setelahnya jika
pendidikan dari keluarga yang ia dapat merupakan pendidikan yang
berorientasi pada nilai-nilai positif.
2.2.3. Para pekerja yang berketerampilan
Bagi golongan pekerja (orang yang memiliki profesi) cukup berperan dalam
dunia pendidikan, dan hal ini dapat membawa paradigma pendidkan yang
lebih maju, yakni pendidikan yang berorientasi pada kemampuan praktis.
Peran para pekerja yang berketerampialn ini terhadap dunia pendidikan,
yaitu: (1) memberikan pendidikan dalam hal keterampilan, bersifat
kejuruan maupun teknik, dan (2) memberikan pemahaman bahwa mempunyai
keterampilan tertentu adalah penting.
2.2.4. Golongan teknisi dan profesional
Mereka ini umumnya menduduki posisi penting dalam masyarakat, karena itu
kemajuan masyarakat untu mendapat pendidikan banyak bergantung pada
golongan ini. Golongan teknisi dan profesional ini dapat berperan dalam
pandidikan dengan cara: (1) memberikan kemajuan masyarakat, dan (2)
mendidik anak dari segi profesionalitasnya.
2.2.5. Para pemimpin masyarakat
Golongan ini termasuk para pemimpin politisi, agama sosial dan
sebagainya. Mereka dituntut untuk mampu mensintesakan berbagai
pengetahuan dalam dunia pendidikan. Hal yang dapat dilakuakn oleh
golongan ini dalam dunia pendidikan, yaitu: (1) memperbaharui
sikap-sikap dan gagasan yang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan,
dan (2) memberikan pemahaman dan pendidikan dalam hal agama, politik,
dan sosial.
2.2.6. Anggota masyarakat yang sudah tua
Anggota masyarakat yang sudah tua, golongan ini juga amat berperean
dealam dunia pendidikan baik formal maupun informal. Bagi anggota
masyarakat yang sudah tua, mereka dapat berperan bagi dunia pendidikan,
seperti: (1) mengerjakan kebaikan dalam bersikap dan bertindak, dan (2)
menasehati kepada hal0hal yang tidak sesuai dengan aturan masyarakat dan
norma.
DAFTAR PUSTAKA
Maunah, Binti., Ilmu Pendidikan, Teras: Yogyakarta, 2009.
Purwanto, Ngalim, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis Remaja Rosdakarya Bandung: Bandung, 2002.